Kegiatan Gelar Operasional (GO) bulanan yang dilaksanakan di Aula Rupatama Polres Donggala berlangsung dinamis dan penuh evaluasi strategis. Selasa (3/3/26)
Rapat tersebut dihadiri langsung Kapolres Donggala AKBP Angga Dewanto Basari, Wakapolres Kompol Sulardi, para Pejabat Utama (PJU), serta seluruh Kapolsek jajaran, termasuk Kapolsek Rio Pakava Iptu Afif Ali.

Paparan Situasi Kamtibmas Rio Pakava
Rapat yang sempat diskors untuk break dan sholat tersebut kembali dilanjutkan dengan paparan dari masing-masing Kapolsek. ” Terang Kasihumas Iptu Andi Marjianto
Usai pemaparan dari Kapolsek Damsol, giliran Kapolsek Rio Pakava menyampaikan kondisi terkini situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) di wilayah hukumnya.

Dalam paparannya, Iptu Afif Ali,S.Hi menegaskan bahwa konflik agraria menjadi isu paling menonjol yang saat ini menjadi perhatian serius, terlebih karena persoalan tersebut telah viral dan menjadi sorotan publik.
Ia menjelaskan bahwa upaya preventif terus dilakukan dengan pendekatan persuasif kepada pihak-pihak terkait, termasuk menyambangi pondok aliansi masyarakat serta pihak perusahaan PT. LTT.” Terang Iptu Afif,S.Hi
Hal ini sejalan dengan arahan Kapolres Donggala agar komunikasi dan monitoring lapangan dilakukan secara rutin guna mencegah eskalasi konflik.” Jelasnya
” Alhamdulillah, saat ini kita tinggal menunggu realisasi pembagian plasma sebagaimana yang telah disepakati bersama,” ungkapnya dalam forum tersebut.

Potensi Kerawanan Narkoba dan Pencurian Sawit
Selain konflik agraria, Kapolsek Rio Pakava juga memetakan sejumlah potensi kerawanan lain, di antaranya keluhan masyarakat terkait dugaan peredaran narkoba di Desa Towiora, Tinauka, dan Riomukti.
Tidak hanya itu, potensi gangguan keamanan yang sudah berlangsung sejak lama, yakni pencurian buah sawit, juga masih menjadi perhatian. Ia menekankan perlunya sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mencegah tindak pidana tersebut.” Papar Iptu Afif,S.Hi
” Dalam evaluasi kinerja, Iptu Afif turut memaparkan data perbandingan gangguan kamtibmas tahun 2025 dan 2026. Tercatat beberapa jenis kasus mengalami peningkatan, sementara sebagian lainnya menunjukkan tren penurunan.
Data tersebut menjadi bahan evaluasi penting guna menentukan langkah strategis ke depan, baik dalam peningkatan patroli, deteksi dini, maupun pendekatan problem solving di tingkat desa.
Gelar Operasional ini menjadi forum penting untuk menyatukan persepsi, mengevaluasi kinerja, serta memperkuat strategi pengamanan wilayah hukum Polres Donggala.
Kapolres Donggala menegaskan pentingnya kehadiran aktif anggota di lapangan, terutama dalam merespons isu-isu sensitif seperti konflik agraria dan peredaran narkoba, agar situasi kamtibmas tetap kondusif.
Dengan pemetaan kerawanan yang terukur dan komunikasi yang intensif, diharapkan wilayah Rio Pakava dan seluruh jajaran Polres Donggala tetap aman, terkendali, serta mampu meredam potensi gangguan sebelum berkembang menjadi konflik terbuka.” Tutup Kapolsek
Polres Donggala (Adrian/HMS)

























