Tak hanya hadir menjaga keamanan, Polres Donggala terus berupaya menyentuh persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Rabu (21/10/26)

Kali ini lewat program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN), Kapolres Donggala AKBP Aditya Rochaulia Suharto, S.H., S.I.K., M.I.K., turun langsung menemui dan berdialog dengan warga Kelurahan Boya yang belum memiliki pekerjaan.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Lurah Boya, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, sekitar pukul 08.45 WITA tersebut menjadi ruang komunikasi terbuka antara kepolisian dan masyarakat.” Ujar Kasihumas Iptu Andi Marjianto
Selain mendengarkan persoalan warga, Kapolres juga menyerap langsung berbagai aspirasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).” Tuturnya

Kapolres Donggala hadir didampingi Kasat Binmas Polres Donggala Iptu Hizbullah Bustamin, S.H., Kapolsek Banawa Iptu Eka wahyudi serta dihadiri Lurah Boya bersama aparat kelurahan dan masyarakat setempat.
Dalam arahannya, AKBP Aditya menekankan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang dapat berdampak terhadap kamtibmas. Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
Kapolres mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak terjerumus dalam narkoba karena dampaknya bukan hanya menghancurkan diri sendiri, tetapi juga dapat merusak masa depan serta membawa penderitaan bagi keluarga.
Ia juga mendorong masyarakat untuk tidak menjadi penonton dalam menjaga keamanan lingkungan. Informasi sekecil apa pun mengenai aktivitas yang berpotensi mengganggu kamtibmas diharapkan dapat disampaikan kepada pihak kepolisian sesuai ketentuan yang berlaku.
Dialog berlangsung hangat dan terbuka. Sejumlah warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi.
Ketua RW 01 Kelurahan Boya, misalnya, berharap personel Polri dapat dilibatkan dalam kegiatan Subuh Berkah di tengah masyarakat. Warga juga meminta patroli kepolisian lebih ditingkatkan, terutama pada lokasi yang dinilai rawan tindak pidana pencurian.

Aspirasi serupa disampaikan salah seorang warga, Lk.Rappang, yang berharap kehadiran patroli polisi pada titik-titik rawan semakin ditingkatkan sehingga masyarakat merasa lebih aman dan nyaman saat beraktivitas.
Selain itu, warga menginginkan tokoh masyarakat semakin dilibatkan dalam menjaga kamtibmas serta memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai proses penegakan hukum.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolres Donggala menegaskan bahwa persoalan pencurian tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian, melainkan membutuhkan kepedulian dan pengawasan bersama.

Kapolres turut menyoroti adanya potensi keterkaitan antara tindak pidana pencurian dan penyalahgunaan narkoba, termasuk kemungkinan anak di bawah umur dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk melakukan perbuatan melanggar hukum.
Karena itu, diperlukan langkah pencegahan dan pembinaan secara terpadu dengan melibatkan kepolisian, pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, keluarga serta seluruh elemen warga.
Terkait permintaan peningkatan patroli dan keterlibatan personel Polri dalam kegiatan sosial keagamaan, Kapolres menyambut baik aspirasi tersebut dan menjadikannya sebagai masukan untuk ditindaklanjuti sesuai kebutuhan masyarakat, situasi kamtibmas serta ketersediaan personel.

Melalui POLIRAN, Polres Donggala berupaya menghadirkan polisi lebih dekat dengan masyarakat, bukan semata dalam penegakan hukum, tetapi juga melalui kepedulian terhadap persoalan sosial dan membangun komunikasi untuk mencari solusi bersama.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan paket sembako kepada masyarakat dan foto bersama. Kehadiran langsung Kapolres di tengah warga diharapkan semakin memperkuat semangat Polisi Bersama Masyarakat dalam menjaga Kelurahan Boya tetap aman, nyaman dan kondusif.” Tandasnya
Polres Donggala (AS/HMS)






















