Festival Buya Subi Tahun 2026 resmi digelar di Pantai Karampiana, Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan yang mengangkat kekayaan budaya dan wastra khas Donggala ini berlangsung meriah dengan dihadiri pejabat pemerintah, perwakilan diplomatik, tamu mancanegara, pelaku industri fashion internasional, serta ratusan masyarakat.

Sebelum rangkaian acara dimulai, Kapolres Donggala AKBP Angga Dewanto Basari, S.I.K., M.Si. melakukan pengecekan clear area di seluruh lokasi kegiatan guna memastikan aspek keamanan dan kesiapan area yang akan digunakan selama festival berlangsung.” Terang Kasihumas Iptu Andi Marjianto
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Polres Donggala dalam menjamin seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.” Tambahnya
Festival Buya Subi 2026 menghadirkan delegasi dari Eco Fashion Week Australia (EFWA), termasuk Isaac Beneth selaku Australian Consulate General, para desainer, model internasional, fotografer, serta perwakilan Kedutaan Besar Australia dan Spanyol.

Kehadiran mereka menjadi bukti semakin besarnya perhatian dunia terhadap Tenun Donggala sebagai warisan budaya yang memiliki nilai seni, filosofi, dan potensi ekonomi tinggi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny Arniwaty Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Moh. Hidayat Pakamundi, S.E., Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah Drs. Arfan, M.Si., perwakilan TNI, Bank Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala Dr. Rustam Effendi, S.Pd., S.H., M.A.P., serta unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi tamu undangan, penampilan seni budaya, tari penyambutan, kunjungan ke stan UMKM dan pengalaman menenun secara langsung (Live Weaving Experience), dilanjutkan dengan pembukaan resmi, penyampaian sambutan, penayangan video pembangunan, hingga puncak acara berupa Sunset Fashion Show yang menampilkan keindahan Tenun Donggala di tepi Pantai Karampiana.
Dalam sambutan Bupati Donggala yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala, disampaikan bahwa Festival Buya Subi merupakan bentuk nyata pelestarian dan promosi Tenun Donggala yang telah memiliki sertifikat Indikasi Geografis (IG).
Festival ini menjadi hasil kolaborasi pemerintah, pengrajin, pelaku ekonomi kreatif, serta mitra nasional dan internasional dalam menjaga keberlanjutan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
Pemerintah Kabupaten Donggala juga menekankan pentingnya regenerasi pengrajin tenun melalui pembentukan jurusan khusus tenun di tingkat SMK agar warisan budaya tersebut tetap lestari dan mampu berkembang di masa mendatang.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny Arniwaty Lamadjido menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam melestarikan wastra nusantara, khususnya Tenun Towale, sebagai identitas budaya yang memiliki daya saing di industri fesyen berkelanjutan tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, pengembangan tenun tidak hanya berorientasi pada pelestarian budaya, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemerintah juga akan terus mendorong peningkatan kualitas produk, inovasi desain, serta mengajak generasi muda untuk mencintai dan menggunakan produk lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pariwisata dan UMKM.
Dalam kesempatan tersebut, Australian Consulate General, Isaac Beneth, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Festival Buya Subi yang dinilainya tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui kolaborasi, seni, dan tradisi yang memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia internasional.

Selain pertunjukan budaya dan peragaan busana, kegiatan juga diisi dengan penyerahan simbolis kain Subi dari penenun senior kepada generasi muda melalui Gubernur Sulawesi Tengah, pemberian piagam penghargaan kepada para model dan desainer, penganugerahan nama adat kepada CEO Eco Fashion Week Australia beserta Buya Subi Girl, penampilan tari api, serta jamuan makan malam yang semakin memperkuat nuansa budaya Donggala.
Selama pelaksanaan kegiatan, Polres Donggala bersama jajaran pengamanan melaksanakan monitoring, pengamanan terbuka dan tertutup, serta koordinasi intensif dengan panitia dan seluruh pihak terkait. Berkat kesiapan tersebut, Festival Buya Subi Tahun 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Keberhasilan penyelenggaraan festival ini diharapkan semakin memperkuat posisi Kabupaten Donggala sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Sulawesi Tengah, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi promosi Tenun Donggala di pasar internasional serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Polres Donggala (AS/HMS)

























