Kapolres Donggala AKBP Aditya Rochaulia, SuhartoS.H.,S.I.K.,M.I.K., terus memperkuat sinergi dengan insan pers sekaligus mengajak media berperan aktif mendukung program yang menyentuh langsung persoalan sosial di tengah masyarakat. Sabtu (24/10/2026)
Hal tersebut disampaikan Kapolres Donggala saat giat Coffee Morning bersama awak media di D.Cafe, Kelurahan Kabonga Kecil, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 13.00 Wita.

Kegiatan yang berlangsung santai dan penuh keakraban tersebut turut dihadiri Kasat Reskrim, Kasat Binmas dan Kasi Humas Polres Donggala serta sejumlah awak media di wilayah Kabupaten Donggala, di antaranya Ujang dari Donggala Post.id, Abubakar dari Sambar.id, Anto dari Media Nusa.com, serta Alir dari Topikterkini.com.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Donggala memperkenalkan sekaligus membahas lebih jauh Program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN) sebagai salah satu langkah kepolisian untuk hadir membantu masyarakat yang belum memiliki pekerjaan.
Kapolres menjelaskan, POLIRAN dilaksanakan dengan mengedepankan pendekatan langsung kepada masyarakat. Personel Polri akan berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun kelurahan untuk mendata warga yang belum memiliki pekerjaan, sekaligus menggali dan mencari informasi mengenai peluang kerja yang tersedia di lingkungan sekitar.

Melalui program tersebut, Polres Donggala menargetkan minimal lima warga setiap pekan dapat dibantu memperoleh peluang atau kesempatan kerja.
“Melalui Program Polisi Peduli Pengangguran ini, kami ingin membantu masyarakat yang belum memiliki pekerjaan agar bisa mendapatkan kesempatan kerja. Anggota akan mendekatkan diri kepada masyarakat, berkoordinasi dengan kepala desa untuk melakukan pendataan, sekaligus mencari informasi peluang kerja yang tersedia,” ujar Kapolres.
Menurutnya, peluang kerja tidak selalu harus berasal dari sektor formal. Potensi sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan.
Salah satunya adalah potensi perkebunan kelapa yang cukup dekat dengan kehidupan masyarakat Kabupaten Donggala. Aktivitas seperti memanjat dan memetik kelapa, mengumpulkan kelapa, mengupas hingga melakukan pengasapan kelapa dapat menjadi peluang kerja yang menghasilkan pendapatan bagi warga.
“Kami sangat mendukung masyarakat yang belum memiliki pekerjaan untuk memanfaatkan potensi yang ada, termasuk kelapa. Ada banyak pekerjaan yang dapat dilakukan dan bisa menjadi sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Kapolres berharap POLIRAN tidak hanya menjadi program kepolisian, tetapi berkembang menjadi gerakan kolaboratif yang melibatkan pemerintah desa, pelaku usaha, masyarakat hingga insan pers.
Karena itu, dukungan media dinilai memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi mengenai program tersebut, termasuk informasi peluang kerja yang dapat mempertemukan masyarakat pencari kerja dengan pihak yang membutuhkan tenaga kerja.
“Dengan dukungan rekan-rekan media, kami berharap POLIRAN dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya membantu warga mendapatkan kesempatan kerja,” tambah Kapolres.
Para awak media yang hadir memberikan respons positif terhadap program tersebut. POLIRAN dinilai menjadi salah satu langkah konkret kepolisian dalam melihat persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat secara lebih luas, termasuk persoalan sosial dan ekonomi yang ada di lingkungan masyarakat.
Selain membahas POLIRAN, Coffee Morning menjadi ruang komunikasi antara jajaran Polres Donggala dengan insan pers untuk bertukar informasi dan memperkuat hubungan kemitraan.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Donggala berharap silaturahmi, komunikasi dan kerja sama dengan awak media semakin solid, sekaligus mendukung keterbukaan serta transparansi dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Sinergi Polri, media, pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu mendukung berbagai program pelayanan serta menciptakan situasi kamtibmas di Kabupaten Donggala yang tetap aman dan kondusif.
Polres Donggala (AS/HMS)






















